Mengapa perlu berbisnis? Mungkin itu salah satu pertanyaan mengapa
kita perlu berbisnis. Pertama karena untuk saat ini mencari lapangan pekerjaan
sangat sulit, persaingan intelegensi begitu berat, hampir setiap tahun
perguruan tinggi di nusantara meluluskan ribuan sarjana. Sementara lapangan
pekerjaan tak kunjung bertambah. Oleh karena itu, kecerdasan intelektual saja
tidak cukup, harus dibarengi dengan kemampuan skill, dan entreprenership. Untuk
kondisi yang belum ideal, kita butuh kemampuan untuk menciptakan lapangan kerja
bukan mencari pekerjaan.
Sebelum menyasar untuk
objek bisnis, terlebih dahulu kita harus mengetahui segmen mana masyarakat yang
hendak kita sasar, apakah kelas bawah, menengah, kelas atas atau produk akan
menyasar semua kalangan. Serta kita harus memastikan bahwa produk kita bukanlah
produk jemu (produk yang sudah menjamur), kita harus mempunyai inovasi agar
produk kita berbeda dengan yang lain sekalipun mempunyai fungsi yang sama.
Dalam berbisnis hanya
ada dua kemungkinan jika tidak berbisnis barang tentu saja berbisnis dalam
bidang jasa. Jika kita memilih berbisnis barang, maka terlebih dahulu kita
harus memikirkan masalah produksi. Misal, apakah bahan baku mudah di dapat,
apakah modal produksi sudah ada, apakah area produksi memenuhi syarat dan
barang2 hasil produksi mudah di distribusikan.
Sebaliknya jika
menyasar berbisnis jasa, maka kita tidak perlu terlalu pusing mikirin masalah
produksi tetapi fokus pada lingkungan dan pemasaran. Seperti Apakah area kita
mudah diakses masyarakat, apakah pelayanan kita memuaskan masyarakat dst.
Berbisnis jasa ibarat kita memancing ikan. Dikasih umpan apapun kalau
memancingnya di sungai yang jarang ikan, yaa umpan kita akan lama dimangsa.
Tetapi sebaliknya jika kita memancing ikan di kolam ikan ya cepat di mangsa,
kenapa karena banyak ikan. Itu hanya analogi saja, bahwa berbisnis jasa lebih
mengedepankan area yang strategis.
Begitulah dalam
berbisnis kita tidak hnya mengejar profit semata tetapi juga value/ nilai.
Sebagai seorang muslim tentu dalam berbisnis tidak melepaskan nilai2 Islam guna
mencapai profit. Prinsip berbisnis Islami adalah bukannya mengeluarkan biaya
sekecil2nya untuk memperoleh keuntungan sebesar2nya. Tetapi mengeluarkan biaya
yang wajar untuk mendapatkan keuntungan yang wajar n barokah.
Adapun input bisnis
meliputi berikut:
1. SDM Dalam berbisnis,
tentu kita terlebih dahulu harus mempunyai SDM yang menguasai bisnis, baik
ilmu, skill dan wawasan. Baik itu bisnis dilakukan oleh kita individu maupun
dilakukan oleh karyawan. Peningkatan kualitas SDM harus terus dilakukan agar
bisnis tidak hanya dijalankan oleh tenaga yang berkualitas n profesional tetapi
juga bisnis bisa bersaing di pasaran.
2. SDA sangat penting terutama jika bisnis itu berupa barang2,
kita membutuhkan bahan baku yang terus diproduksi. Bahan baku tentu dipilih
yang berkualitas agar produk kita pun berkualitas, namun dalam berproduksi
harus seimbang dengan pengeluaran/ barang yang sudah laku terjual. Jangan
sampai kita memproduksi terlalu over sehingga terjadi pengendapan sementara
distribusi tidak berjalan dengan baik.
3. Modal kerja Dalam berbisnis tidak munafik kita membutuhkan
modal. Tetapi perlu diketahui bahwa modal tidak selamanya bernilai uang,
keahlian, ilmu dan wawasan juga modal. Selain itu kita bisa berkerjasama dengan
pihak2 yang mempunyai modal berupa uang dengan sistem bagi hasil. Naah dalam
hal ini hanya butuh skill, wawasan n trust/ kepercayaan.
Oleh : Ika Mutiya SEI


0 komentar:
Posting Komentar