Kota Madiun, adalah sebuah kota di Provinsi Jawa
Timur, Indonesia. Kota ini terletak 160 km sebelah Barat Kota
Surabaya, atau 111 km sebelah Timur Kota Surakarta. Di
Kota ini terdapat pusat industri kereta api (INKA). Madiun dikenal
memiliki Lapangan Terbang Iswahyudi, yakni salah satu pangkalan
utama AURI, meski sebenarnya terletak di Kabupaten Magetan. Madiun
memiliki julukan Kota Gadis, Kota Brem, Kota Pelajar, Kota Sepur, Kota Pecel,
Kota Budaya, Kota Sastra, dan Kota Industri.
Geografi
Secara geografis Kota Madiun terletak pada 111° BT - 112° BT
dan 7° LS - 8° LS dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Madiun di sebelah
utara, sebelah selatan dengan Kecamatan Geger, sebelah timur dengan Kecamatan
Wungu, dan sebelah barat dengan Kabupaten Magetan.[3] Kota
Madiun hampir berbatasan sepenuhnya denganKabupaten Madiun, serta dengan Kabupaten
Magetan di sebelah Barat.Kali Bengawan Madiun mengalir di
kota ini, merupakan salah satu anak sungai terbesar Bengawan Solo.
Wilayah Kota Madiun mempunyai luas 33,23 Km² terbagi menjadi
3 (tiga) kecamatan yaitu Kecamatan Manguharjo, Kecamatan
Taman, danKecamatan Kartoharjo. Dengan luas masing-masing Kecamatan
Manguharjo 12,54 Km², Kecamatan Taman 13,46 Km²,dan Kecamatan Kartoharjo 11,73
Km².[4] Masing-masing kecamatan tersebut terdiri atas 9
kelurahan sehingga semuanya terdapat 27 kelurahan di Kota Madiun.Kota Madiun
terletak pada daratan dengan ketinggian 63 meter hingga 67 meter dari permukaan
air laut. Daratan dengan ketinggian 63 meter dari permukaan air laut terletak
di tengah, sedangkan daratan dengan ketinggian 67 meter dari permukaan air laut
terletak di sebelah di selatan. Rentang temperatur udara antara 20 °C
hingga 35 °C.Rata-rata curah hujan Kota Madiun turun dari 210 mm pada
tahun 2006 menjadi 162 mm pada tahun 2007. Rata-rata curah hujan tinggi
terjadi pada bulan-bulan di awal tahun dan akhir tahun, sedangkan rata-rata
curah hujan rendah terjadi pada pertengahan tahun.[8]
Pendidikan
Perguruan Tinggi
Kota Madiun juga dikenal
sebagai Kota Pelajar, karena memiliki sejumlah perguruan tinggi,
seperti;
IKIP PGRI Madiun
Universitas Widya Mandala
Universitas Islam Indonesia
Madiun
Universitas Merdeka Madiun
Universitas Muhammadiyah
Madiun
Politeknik Negeri Madiun
Sekolah Tinggi Ilmu
Kereta Api (STIKA)
Sekolah Penerbangan
Iswahyudi
Akademi Keperawatan
Dr.Soedhono
Akademi Kebidanan Global
Medika
STIKES Bhakti Husada
STKIP Muhammadiyah
STKIP Widya Yuwana
Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi Dharma Iswara Madiun
STT Dharma Iswara Madiun (S1
Informatika/Komputer)
Pusdiklat Perum Perhutani
(Bisnis Kehutanan, Agroforestry)
Sekolah menengah[sunting | sunting
sumber]
Selain perguruan tinggi, ada beberapa sekolah menengah atas
yang namanya sudah terkenal hingga tingkat nasional bahkan internasional.
Sekolah menengah atas[sunting | sunting
sumber]
SMA Negeri 1 Madiun (Sekolah Standar Nasional)
SMA Negeri 2 Madiun[9] (Sekolah
Standar Nasional)
SMA Negeri 3 Madiun (Sekolah Standar Nasional)
SMA Negeri 4 Madiun (Sekolah Standar Nasional)
SMA Negeri 5 Madiun (Sekolah Standar Nasional)
SMA Negeri 6 Madiun
SMA Cokroaminoto Madiun
SMA Muhammadiyah 1 Madiun
SMA Muhammadiyah 2 Madiun
SMA Santo Bonaventura
Sekolah menengah kejuruan[sunting | sunting
sumber]
SMK Negeri 1 Madiun (Sekolah Standar Internasional)[10]
SMK Negeri 2 Madiun
SMK Negeri 3 Madiun
SMK Negeri 4 Madiun (Sekolah Standar Internasional)
SMK Negeri 5 Madiun
SMK Cokroaminoto 1 Madiun
SMK Cokroaminoto 2 Madiun
SMK Farmasi Bina Farma Madiun
SMK Bonaventura Madiun
SMK Vic-Toriqot Madiun
SMK Sore Madiun
SMK Siang Madiun
SMK Iswahyudi Madiun
SMK Gamaliel 1 Madiun
SMK Gamaliel 2 Madiun
SMK PGRI 1 Madiun (STM SIANG)
SMK YP 17-1 Madiun
SMK YP 17-2 Madiun
SMK Kusuma Terate
SMK Taman Siswa 1
SMK CENDEKIA MADIUN
SMK Taman Siswa 2
SMK Al basyariyah
Madrasah aliyah
MA Negeri 1 Madiun
MA Negeri 2 Madiun (Rintisan Madrasah Berstandar
Internasional)
Sekolah menegah pertama
Sekolah menengah pertama negeri
SMP Negeri 1 Madiun (Rintisan
Sekolah Berstandar Internasional)
SMP Negeri 2 Madiun (Rintisan Sekolah
Berstandar Internasional)
SMP Negeri 3 Madiun (Sekolah Standar Nasional)
SMP Negeri 4 Madiun (Sekolah Standar Nasional)
SMP Negeri 5 Madiun (Sekolah Standar Nasional)
SMP Negeri 6 Madiun (Sekolah Standar Nasional)
SMP Negeri 7 Madiun (Sekolah Standar Nasional)
SMP Negeri 8 Madiun
SMP Negeri 9 Madiun
SMP Negeri 10 Madiun (Sekolah Standar Nasional)
SMP Negeri 11 Madiun (Sekolah Standar Nasional)
SMP Negeri 12 Madiun (Sekolah Standar Nasional)
SMP Negeri 13 Madiun (Sekolah Standar Nasional)
SMP Negeri 14 Madiun
Madrasah tsanawiyah
MTs Al-Ihsan Madiun, Kebonsari
MTs Negeri Madiun
Sekolah menengah pertama swasta
SMP Muhammadiyah 1 Madiun
SMP Santo Yusuf Madiun (Sekolah Standar Nasional)
SMP Santo Bernadus Madiun
SMP Bina Jaya Sari Madiun
SMP School Madiun Putera Madiun
Ekonomi
Stasiun Madiun merupakan stasiun terbesar dan tertua ketiga
di Jawa Timur.
Bus Sumber Kencono sedang berhenti di Terminal Purbaya,
Madiun.
Pendapatan Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan
2006 tercatat sebesar Rp 937 miliar.sedangkan atas Harga
Bsebesar Rp 1,687 triliun.Dengan jumlah penduduk
mencapai 198.745 jiwa (per 2006)], pendapatan per kapita
rata-rata mencapai Rp 8,4 juta per tahun jika didasari PDRB atas Harga Berlaku.
Kekuatan anggaran pemerintah kota madiun (APBD) pada 2007
mencapai Rp 854 miliar, dimana Rp 87 miliar untuk belanja publik. Kalau
dibandingkan dengan jumlah penduduk, APBD per kapita mencapai Rp900 ribu per
tahun.
Posisinya yang cukup strategis menjadikan Madiun berada di
jalur utama Surabaya-Yogyakarta. Kota ini juga menjadi
persimpangan jalur menuju Ponorogo dan Pacitanke
arah selatan. Akan direncanakan oleh pemerintah Jawa Timur untuk membangun
jalan bebas hambatan dari Kota Surakarta (Tanpa lewat Kota Sragen dan Ngawi)
lurus ke barat laut sampai Maospati, Magetan kemudian di teruskan sampai Kota
Madiun dan di teruskan lurus ke timur laut melewati Kota Nganjuk sampai di
Waru, Sidoarjo (Berhubung dengan Tol Surabaya-Gempol), hal ini bertujuan untuk
membangun Kota Madiun sebagai kota metropolitan atau kota
singgah yang diharapkan dapat membantu permasalahan Kota Surabaya.
Oleh karena itu, Kota Madiun ditetapkan sebagai wilayah hinterland atau pusat
ekonomi untuk daerah sekitarnya dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah (Perda No
6/2007).
Selama periode 2003-2008, sektor-sektor primer mengalami
penaikan dari 2,61% menjadi 3,18%. Sektor sekunder (industri) juga mengalami
penaikan dari 40% menuju 59%. Sektor tersier meningkat dari 57,32% menjadi
58,45%, yang semakin menegaskan arah pertumbuhan Kota Madiun sebagai pusat
perdagangan untuk daerah Jawa Timur.
Sebagai pusat perekonomian Jatim sebelah barat, angkutan antarkota dilayani oleh Bus dan kereta
api. Angkutan bus dilayani di Terminal Purboyo dan Terminal
Te'an. Madiun dilintasi jalur kereta api lintas selatan Pulau Jawa.Stasiun
Madiun merupakan stasiun terbesar ketiga di kawasan Jawa Timur setelah
stasiun Surabaya Kota dan Malang Kota Lama sekaligus stasiun tertua ketiga
juga, dan terdapat pusat industri kereta api Indonesia (PT INKA).
Persentase penduduk miskin di Kota Madiun jauh lebih rendah
dibandingkan dengan persentase penduduk miskin di Jawa Timur. Sejak terjadi penurunan persentase penduduk miskin
pada tahun 2004 di Kota Madiun yaitu dari 7,9 menjadi 7,1 selanjutnya pada
tahun-tahun berikutnya persentase penduduk miskin selalu mengalami penurunan
seperti yang diharapkan oleh pemerintah. Tahun 2005 penduduk miskin Kota Madiun
turun 2,74 persen dari tahun 2004 disaat penduduk miskin di Jawa Timur naik
sebesar 3,44 persen. Kemudian turun secara sangat signifikan pada tahun 2006
menjadi 6,32 dan tahun 2007 menjadi 5,49 persen.
Transportasi
Kota Madiun dilintasi oleh Jalan raya Solo-Surabaya.
sehingga memiliki Terminal Bus Purboyo yang terletak di Jalan Basuki Rahmat,
Madiun. Kota Madiun juga dilalui oleh rel kereta api, yang menghubungkan kota
ini dengan Jakarta, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, yang berpusat di Stasiun
Madiun. Stasiun Madiun juga memberangkatkan Kereta api sendiri, yaitu KRDI
Madiun Jaya, tujuan Solo-Balapan dan Yogyakarta. Kini ada juga KRDI Arjuna
tujuan Surabaya Gubeng. Lalu pada 24 Juli 2013 PT. KAI mulai membuat trayek
baru jurusan Madiun-Stasiun Merak yang sampai sekarang masih beroperasi.
Industri[sunting | sunting sumber]
Kota Madiun juga dikenal sebagai Kota Industri karena
memiliki industri sbg.berikut
Industri Kereta Api (P.T.INKA)
Industri UMKM
Industri Baja (PT.Hari Jaya Utama)
Industri Mebel Jepara
Industri Sepatu Alvero
Industri Tas
Industri Makanan Ringan
Industri pabrik rokok
Pusat Perbelanjaan
Plaza Madiun di Jalan Pahlawan
Matahari Plaza di Jalan Pahlawan
Sri Ratu 1 di Jalan Pahlawan
Timbul Jaya Plaza di Jalan Pahlawan
Presiden Plasa Utama di Jalan Jenderal Sudirman
Presiden Plasa (Bursa Handphone) di Jalan Alun-alun Timur
Carrefour Madiun di Jalan S.Parman
Suncity Mall and Plaza di Jalan S. Parman
Pasar Besar Madiun di jalan Jenderal Sudirman
Pasar Joyo di Jalan Imam Bonjol
Pasar Sleko di Jalan Trunojoyo
Pasar Logam Jaya di Jalan Slamet Riyadi
Pasar Ikan Putra di Jalan Pelita Tama
Pasar Burung Sri Jaya di Jalan Pelita Tama
Pasar Sukoasri di Jalan Mangun Karya
Madiun Royal Square (MARS) (tahap pembangunan)
Pertelevisian nasional
TVRI Jawa Timur
RCTI
SCTV
MNCTV
antv
Indosiar
Trans7
Metro TV
Trans TV
Global TV
tvOne
Pertelevisian lokal
Sakti TV Madiun (d/h Madiun TV)
JTV Madiun
ATV Madiun (33 UHF)
Pembagian administratif
Kota Madiun terdiri atas 3 kecamatan, yaitu Kartoharjo, Manguharjo,
dan Taman.
Sejarah
Madiun merupakan suatu wilayah yang dirintis oleh Ki
Panembahan Ronggo Jumeno atau biasa disebut Ki Ageng Ronggo. Asal kata
Madiun dapat diartikan dari kata "medi" (hantu) dan
"ayun-ayun" (berayunan), maksudnya adalah bahwa ketika Ronggo Jumeno
melakukan "Babat tanah Madiun" terjadi banyak hantu yang
berkeliaran. Penjelasan kedua karena namakeris yang dimiliki oleh
Ronggo Jumeno bernama keris Tundhung Medhiun. Pada mulanya bukan dinamakan
Madiun, tetapiWonoasri.
Sejak awal Madiun merupakan sebuah wilayah di bawah
kekuasaan Kesultanan Mataram. Dalam perjalanan sejarah Mataram,
Madiun memang sangat strategis mengingat wilayahnya terletak di tengah-tengah
perbatasan dengan Kerajaan Kadiri (Daha). Oleh karena itu pada
masa pemerintahan Mataram banyak pemberontak-pemberontak kerajaan Mataram yang
membangun basis kekuatan di Madiun. Seperti munculnya tokoh Retno Dumilah.
Beberapa peninggalan Kadipaten Madiun salah satunya dapat
dilihat di Kelurahan Kuncen, dimana terdapat makam Ki Ageng Panembahan Ronggo
Jumeno, Patih Wonosari selain makam para Bupati Madiun, Masjid Tertua di Madiun
yaitu Masjid Nur Hidayatullah, artefak-artefak disekeliling masjid, serta
sendang (tempat pemandian) keramat.
Kota Madiun dahulu merupakan pusat dari Karesidenan
Madiun, yang meliputi wilayah Magetan, Ngawi, Ponorogo,
danPacitan. Meski berada di wilayah Jawa Timur, secara budaya Madiun
lebih dekat ke budaya Jawa Tengahan (Mataraman atau Solo-Yogya), karena Madiun
lama berada di bawah kekuasaan Kesultanan Mataram.
Pada tahun 1948, terjadi pemberontakan yang
dilakukan oleh PKI di Madiun yang dipimpin oleh Musso di
daerah Dungus, Wungu, Kabupaten Madiun yang sekarang di kenal dengan nama Monumen
Kresek.
Wali Kota
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Daftar Wali Kota Madiun
Sosial dan budaya
Nasi Pecel merupakan makanan khas Kota Madiun.
Pada 2007, jumlah penduduk Kota Madiun mengalami pertumbuhan
rata-rata sebanyak 5 persen. Jumlah penduduk berdasarkan usia cukup dinamis.
Usia di bawah 15 tahun, jumlah penduduk laki-laki lebih tinggi dari jumlah
perempuan, tetapi untuk usia antara 15 sampai 19 lebih banyak perempuan.
Demikian juga untuk usia 50 tahun ke atas, jumlah perempuan jauh lebih besar
dari pada jumlah laki-laki.
Dalam periode 2003-2007, rata-rata lama sekolah di Madiun
mencapai 9,5 sampai 10,32 tahun atau sampai kelas 10 (setingkat SLTP). Masih
jauh dari kebutuhan SDM untuk mendukung pertumbuhan sebuah kota yang berbasis
sektor jasa dan perdagangan. Namun, angka tersebut jauh di atas rata-rata
Provinsi Jawa Timur yang mencapai 6,5 sampai 7,06 tahun.
Madiun terkenal dengan produk unggulannya makanan brem.
Salah satu makanan khas Madiun adalah Pecel Madiun, serta sambal
pecel madiun. Kota Madiun juga merupakan pelestari budaya tradisional,
yaitu pencak silat. Dimana merupakan salah satu kekayaan seni beladiri di
Indonesia. Bentuk-bentuk pelestarian itu seperti masih adanya berbagai
organisasi pencak silat yang asli Madiun seperti Setia Hatiyang
merupakan salah satu perguruan pencak silat tertua di Indonesia yang turut
membentuk alur aliran pencak silat di Indonesia, Setia Hati Terate yang
dapat dikatakan sebagai organisasi pencak silat terbesar di Indonesia yang
turut membidani lahirnya IPSI (termasuk 10 perguruan historis IPSI bersama
Setia Hati Organisasi - Semarang), Setia Hati Tattuhu Tekad, Setia
Hati Tunas Muda Winongo, Pencak Silat & Tenaga Dalam "
Persaudaraan Rasa Tunggal ", Perguruan Pencak Silat-Beladiri Tangan Kosong
(PPS Betako) Merpati Putih, OCC Pangastuti, Ki Ageng Pandan Alas, IKSPI Kera
Sakti, Perisai Diri dan Persati
Kuliner khas Madiun
Masakan
Madiun mempunyai bermacam-macam masakan khas, diantaranya:
Pecel Madiun
Nasi Jotos
Minuman
Madiun mempunyai bermacam-macam minuman khas, diantaranya:
Cemoe
Jancu'an
Brem Cair
Oleh-Oleh
Madiun mempunyai bermacam-macam oleh-oleh khas, diantaranya:
Brem
Madu Mongso
Kue Satu
Lempeng
Julukan Madiun
Kota Brem
Dikarenakanan makanan Brem merupakan makanan khas Madiun
yang telah dikenal masyarakat luas.
Kota Pecel
Madiun mendapat julukan kota pecel karena mempunyai makanan
Nasi pecel makanan khas yang bergizi untuk kesehatan
Kota Sastra
Kota Sastra juga menjadi julukan Kota Madiun karena para
pelajar di sini sangat pintar berprestasi di bidang sastra.
Kota Sepur (Kota Kereta Api)
Madiun dikenal kota sepur atau kota kereta api, hal ini
dibuktikan dulu Madiun merupakan arus lalu lintas kereta api yang ramai.
Kota Pelajar
Kota Pelajar ini juga menjadi julukan kota Madiun karena
banyak pelajar dari luar kota yang belajar di Kota Madiun sehingga menimbulkan
kota Madiun kepadatan pelajar.
Kota Budaya.
Kota Madiun merupakan kota pewarisan budaya yaitu Budaya
Pencak Silat Setia Hati.
Kota Gadis (Perdagangan, Pendidikan dan Industri)
Kota Madiun merupakan kota industri yaitu Industri Kereta
Api dan Industri Gamping.
Sumber wikipedia


0 komentar:
Posting Komentar