PKI Muso di Madiun adalah pemberontakan yang dilakukan oleh Partai KOMUNIS di Indonesia yang pertama kali. Pemberontakan PKI Muso di Madiun berhasil di tumpas oleh kekuatan tentara republik Indonesia pada tahun 1948. Kekuatan pasukan pendukung Muso
digempur dari dua arah: Dari barat oleh pasukan Divisi II di bawah pimpinan Kolonel Gatot Soebroto, yang diangkat
menjadi Gubernur Militer Wilayah II (Semarang-Surakarta) tanggal 15 September 1948, serta pasukan dari Divisi
Siliwangi, sedangkan dari timur diserang oleh pasukan dari Divisi I, di bawah
pimpinan Kolonel Soengkono, yang
diangkat menjadi Gubernur Militer Jawa Timur, tanggal 19 September 1948, serta
pasukan Mobil Brigade Besar (MBB) Jawa Timur, di bawah pimpinan M. Yasin.
Panglima
Besar Soedirman menyampaikan
kepada pemerintah, bahwa TNI dapat menumpas pasukan-pasukan pendukung Muso
dalam waktu 2 minggu. Memang benar, kekuatan inti pasukan-pasukan pendukung
Muso dapat dihancurkan dalam waktu singkat.
Tanggal 30 September 1948, kota Madiun dapat dikuasai
seluruhnya. Pasukan Republik yang datang dari arah timur dan pasukan yang
datang dari arah barat, bertemu di hotel Merdeka di Madiun. Namun pimpinan
kelompok kiri beserta beberapa pasukan pendukung mereka, lolos dan melarikan
diri ke beberapa arah, sehingga tidak dapat segera ditangkap.
Baru
pada akhir bulan November 1948 seluruh pimpinan dan pasukan pendukung Muso
tewas atau dapat ditangkap. Sebelas pimpinan kelompok kiri, termasuk Amir Syarifuddin Harahap, mantan
Perdana Menteri RI, dieksekusi pada 20
Desember 1948 di makam Ngalihan,
atas perintah Kol. Gatot Subroto.


0 komentar:
Posting Komentar